Pest Control Pengendalian Gulma Pada Hutan

Pengendalian Gulma Di Areal Kehutanan

Kehadiran gulma di area perkebunan/kehutanan (forestry) dapat menimbulkan kerugian bagi tanaman utama, antara lain :

  • Menjadi pesaing bagi tanaman utama untuk mendapatkan unsur hara, cahaya, air dan kelembaban.
  • Menjadi habitat/inang bagi predator, parasite dan hewan merugikan lainnya.
  • Dapat mematikan tanaman utama, karena sebagian gulma dapat membelit, mencekik, dan menaungi tanaman utama.
  • Menurunkan hasil produksi dan menimbulkan kerugian ekonomi.
  • Meningkatkan resiko terjadinya kebakaran.

Gulma yang dominan dan sering ditemui di area kehutanan (forestry) berasal dari famili Poaceae, gulma berdaun sempit (rumput-rumputan), famili Asteraceae, gulma berdaun lebar, dan famili Cyperaceae, contohnya rumput teki (Cyperus rotundus). Gulma berdaun sempit yang mendominasi adalah alang-alang atau cogon grass (Imperata cyllindrica). Sedangkan untuk gulma berdaun lebar yang mendominasi adalah tanaman sembung rambat (Mikania micrantha).

Alang-alang (Imperata cyllindrica)
alang-alangAlang-alang merupakan rumput tahunan yang sangat tangguh, toleran terhadap panas, kekeringan, dan tanah miskin unsur hara. Alang-alang mengeluarkan zat alelokimia berupa senyawa phenol yang bersifat racun terhadap tumbuhan lainnya.

Alang-alang berkembang biak dengan cepat. Penyebarannya melalui benih yang terbawa oleh angin atau melalui rimpang yang sangat mudah memembus tanah yang gembur. Alang-alang senang pada tempat dengan tanah yang subur, banyak disinari oleh matahari hingga agak teduh, dengan kondisi lembab atau agak kering.

Ciri alang-alang :

  • Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik,
    menjalar di bawah tanah.
  • Tinggi tananan mencapai 0,2 – 1,5 meter.
  • Unjung tunas yang muncul ditanah runcing dan tajam.
  • Berbatang pendek, menjulang keatas tanah dan memiliki
  • Bunga, berwarna putih, kerap kali merah keunguan.
  • Helaian daun berbentuk pita panjang dengan ujung yang
    runcing.
  • Daun bergerigi tajam dan tepinya sangat kasar.

Sembung Rambat (Mikania micrantha)
sembung rambatM. micrantha merupakan gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat. Gulma ini mengeluarkan zat ekskresi yang mengandung senyawa phenol dan flavon yang dapat menekan pertumbuhan tanaman. M. micrantha juga memiliki sifat yang merambat dan membelit tanaman muda (bibit) sehingga menghambat pertumbuhan.

Ciri-ciri M. micrantha :

  • Batang tumbuh menjalar berwarna hijau muda, bercabang dan ditumbuhi rmabut-rambut halus.
  • Panjang batang dapat mencapai 3 – 6 meter.
  • Pada tiap ruas terdapat dua helai daun yang saling berhadapan, tunas baru dan bunga.
  • Helai daun berbentuk segitiga menyerupai hati dengan panjang daun 4 – 13 cm dan lebar daun 2 – 9 cm.
  • Permukaan daun menyerupai mangkok dengan tepi daun bergerigi.
  • Bunga tumbuh berwarna putih, berukuran kecil dengan panjang 4,5 – 6 mm.
  • Bunga tumbuh dari ketiak daun atau pada ujung tunas.
  • Menghasilkan biji dalam jumlah besar, berwarna cokelat kehitaman dengan panjang 2 mm.

Rumput Teki (Cyperus rotundus)

rumput tekiRumput teki mengandung zat alelokimia dan berkompetisi dengan tanaman utama dalam mendapatkan air dan unsur hara, terutama nitrogen. Rumput teki merupakan gulma yang sulit dikendalikan karena sangat adaptif.

Gulma ini membentuk umbi (sebenarnya adalah tuber, modifikasi dari batang) dan geragih (stolon) yang mampu mencapai kedalaman satu meter, sehingga mampu menghindar dari kedalaman olah tanah (30 cm). Teki menyebar di seluruh penjuru dunia, tumbuh baik bila tersedia air cukup, toleran terhadap genangan, mampu bertahan pada kondisi kekeringan.

METODE PENGENDALIAN GULMA DI KEHUTANAN :

  • Pengendalian secara mekanis
    Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti cangkul, parang, dan peralatan manual lainnya. Namun cara ini membutuhkan waktu, tenaga, biaya yang cukup tinggi serta dapat merugikan pertumbuhan tanaman karena dapat melukai akar dan merusak fisik tanah selain itu cara mekanis di anggap kurang efektif karena gulma yang perkembangbiakannya dalam tanah sulit terjangkau pengendaliannya.

 

  • Pengendalian secara kultur teknis
    Pengendalian gulma dengan cara kultur teknis dilakukan dengan cara menanam tanaman penutup tanah seperti leguminosa. Tanaman ini selain efektif menekan pertumbuhan gulma, tetapi juga dapat menambah bahan organik dan unsure hara dalam tanah. Namun cara ini memerlukan biaya relatif tinggi sehingga hanya sebagian kecil petani yang dapat menerapkannya.

 

  • Pengendalian secara kimiawi
    Pengendalian gulma secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan herbisida mempunyai beberapa kelebihan karena pelaksanaannya cepat, menggunakan sedikit tenaga, dan memberikan hasil yang efektif. Solusi pengendalian gulma secara kimiawi dari kami yaitu pengaplikasian herbisida : GRAMOXONE 276 SL

Pemesanan Gramoxone hubungi hotline jual pestisida kami dibawah ini

HUBUNGI JUAL PESTISIDA ORGANIK DAN KIMIA

Address:

Jakarta

Jawa Barat

Indonesia

Phone:

0852 88940290

Hours:

Senin-Sabtu 5am - 5pm

website statistics _uacct = UA-649561-2urchinTracker()