HAMA PENGANGGU DI PETERNAKAN

HAMA PENGANGGU DI PETERNAKANHama pengganggu di peternakan berasal dari kelompok Arthropoda yang dikenal dengan istilah Ektoparasit. Ada dua jenis Ektoparasit berdasarkan sifatnya :

  • Obligat : selalu berada pada inangnya. Menghabiskan seluruh siklus hidup pada bulu dan rambut inangnya. Contohnya : kutu penghisap (Anoplura).
  • Fakultatif : sebagian besar hidupnya berada diluar inangnya. Ektoparasit yang bersifat fakultatif akan datang dan mengganggu inangnya pada saat makan atau menghisap darah ketika diperlukan.

Contohnya : Kutu busuk, kutu frengki.

Hama pengganggu di peternakan sangat merugikan karena dapat menurunkan status gizi, produksi daging dan telur secara drastis. Keberadaan kutu frengki di peternakan ayam tidak hanya menimbulkan kerugian tersebut tetapi juga dapat menyebarkan penyakit. Jika populasi kutu Frengki sangat besar terkadang kutu bermigrasi ke permukiman sekitar peternakan terutama pada waktu area perternakan sedang dibersihkan.

Adanya kutu frengki di sekitar peternakan cukup mengganggu secara langsung, dapat juga secara tidak sengaja terpatuk oleh ayam ketika sedang makan. Peneliti membuktikan kutu frengki merupakan vektor penyakit dan reservoar beberapa agen penyakit seperti Acute Leucosis (Marek’s disease), Escherichia coli, Fowl pox, Salmonella spp dan inang antara cacing pita pada unggas.

Penyakit Marek’s
Penyakit Marek’s biasanya mempengaruhi unggas yang berumur 3 – 4 bulan. Penyakit ini terdapat pada peternakan ayam broiler dan ayam petelur. Kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai 2% dari satu populasi ayam perhari dan tingkat kematian dalam satu minggu bisa melebihi dari 30% dari jumlah populasi. Kontaminasi penyakit dapat bertahan di lingkungan karena kutu frengki dapat menjadi sumber untuk residu kontaminasi. Kutu frengki memakan bangkai unggas yang mati karena penyakit Marek’s dan hal ini mengakibatkan kutu frengki terkontaminasi oleh penyakit Marek’s. Penyakit akan menular jika kutu frengki dewasa yang terkontaminasi termakan oleh unggas yang sehat.

Penyakit Marek’s terbagi atas Marek klasik dan akut. Marek klasik ditandai oleh kerusakan syaraf yang berakibat pada kelumpuhan sehingga ayam dalam posisi satu kaki ditarik ke belakang, satu kaki dijulurkan ke depan. Selain itu, dapat pula terjadi kelumpuhan sayap, tortikolis dan sesak napas. Tumor superfisial secara klinis dapat terlihat pada mata, dasar pial, kulit, jari kaki dan folikel bulu. Marek yang akut adalah Marek yang tidak ditandai dengan gejala klinis seperti di atas dan ayam tiba-tiba mati

Morfologi & Siklus Hidup Kutu Frengki (lesser mealworms) / Darkling Bettle

kutu frenkiAlphitobius diaperinus atau lebih dikenal oleh praktisi sebagai kutu frenki tergolong ordo Coleoptera dengan ciri umum sayap depan tebal sebagai pelindung sayap belakang (elitron), dan dalam keadaan istirahat, bertemu pada satu garis lurus ke mediodorsal. Pasangan sayap belakang bening, dan dilipat di bawah elitra. Bagian-bagian mulutnya disesuaikan untuk menggigit. Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna.

Kutu ini dapat mejadi hama pada peternakan ayam, banyak ditemukan di manure, gudang pakan, makanan ayam secara berkelompok dalam jumlah banyak. Frengki ini memakan tepung, beras, kedelai, dan kacang-kacangan yang lembab dan telah berjamur yang banyak terdapat di sekitar peternakan ayam.

Siklus hidup kutu frengki :

  • Kutu Alphitobius diaperinus meletakkan telurnya di litter pada alas atau kolong kandang, gudang pakan. Telur berukuran 1.5 mm berwarna krem keputihan, diletakkan pada celah dan retakan di dalam manure atau litter dan akan menetas dalam waktu 3 – 6 hari menjadi larva.
  • Larva beruas-ruas dan mempunyai tiga pasang kaki. Larva ini berwarna kuning sampai coklat. Larva akan menembus kayu-kayu kandang, panel, dinding dan bahkan selubung kabel, bahkan bisa berpindah ke bangunan yang ada di sekitarnya. Ketika berada di dalam kerangka kayu ini, larva banyak menimbulkan kerusakan-kerusakan.
  • Tahap selanjutnya larva berubah menjadi pupa. Stadium pupa berlangsung 3 – 10 hari dan berubah menjadi dewasa. Frengki dewasa bisa hidup selama 3 bulan sampai satu tahun. Secara umum daur hidup ini sangat tergantung pada suhu, waktu yang diperlukan untuk perkembangan dari telur hingga menjadi dewasa menjadi singkat dengan meningkatnya suhu. Frengki tidak akan terlihat dalam jumlah banyak sampai manure mulai menumpuk paling tidak 20 – 24 minggu.

Cara Pengendalian Kutu Frengki :

  • Kebersihan halaman dan teras kandang perlu dijaga, serta perlu dilakukan pemotongan rumput yang teratur.
  • Jika diperlukan pinggir kandang selebar 2 m dibeton untuk lebih memudahkan dalam memonitor binatang tersebut.
  • Kebersihan penyimpanan pakan/gudang sehingga tidak mengundang binatang dan burung serta lalat.
  • Penyingkiran limbah kotoran ayam, sekam basah sesegera mungkin dari dalam atau pinggir kandang agar tidak menjadi tempat berbiak bagi telur lalat (Breeding place) atau sumber infeksi penyakit lain.
  • Pengendalian Ektoparasit pada ayam dengan penyemprotan obat-insektisida yang tidak berbahaya bagi ayam.
    Obat insektisida yang tidak berbahaya bagi ayam yaitu DEMAND 100CS

TIKUS

tikusTikus merupakan hewan pengerat yang mengharuskan mereka untuk terus mengasah ketajaman gigi, oleh karena itu kehadiran tikus di peternakan dapat merusak struktur bangunan. Tikus akan menggali tanah dan membuat ruang di bawah tanah untuk ditempatinya sehingga terhindar dari predator alami mereka. Selain merusak struktur bangunan, tikus dapat membawa patogen zoonosis atau penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh urine tikus.

Cara Mengendalikan Tikus di Peternakan:

  • Perlu dilakukan pencegahan agar tikus tidak masuk ke dalam area kandang yaitu dengan menutup akses jalan tikus.
  • Kebersihan kandang perlu dijaga agar tidak mengundang tikus untuk datang mengunjungi area kandang.
  • Kandang ayam perlu diberi kawat dengan lubang-lubang kecil dan rapat agar tikus tak dapat masuk.
  • Bila ada tikus yang mati disekitar makanan ayam segera buang agar tidak dikonsumsi oleh ayam. Termasuk makanan yang terkena oleh bangkai tikus tadi.
  • Segera bersihkan kandang anda dan semprotlah dengan desinfectan agar bersih dari patogen tikus.
  • Usahakan saat kandang dibersihkan, ayam anda tidak terkena dari bangkai. Jika memungkinkan pindahlah sementara ke tempat lain. Saat semuanya sudah bersih, ayam anda dapat anda pindahkan ke tempat semula.
  • Bila tikus tetap ada di sekitar kandang, anda bisa memasang perangkap tikus didaerah yang sering dilalui tikus. Biasanya ditempat yang gelap dan sempit.
  • Adanya program kontrol hama tikus secara berkesinambungan. Misalnya terdapatnya kotak pengumpan (Baiting Box) dipinggir kandang dengan selang 15 -20 m. Umpan tikus perlu dimonitor setiap 5 hari sekali dengan jenis umpan yang paling disukai oleh tikus yaitu TALON 0.005 BB

HUBUNGI JUAL PESTISIDA ORGANIK DAN KIMIA

Address:

Jakarta

Jawa Barat

Indonesia

Phone:

0852 88940290

Hours:

Senin-Sabtu 5am - 5pm

website statistics _uacct = UA-649561-2urchinTracker()